Showing posts with label PENDIDKAN. Show all posts
Showing posts with label PENDIDKAN. Show all posts

Sunday, February 6, 2022

PPT Ummu Kultsum Binti Muhammad

Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup

LAPORAN PRAKTIKUM IPA SD (Pertumbuhan dan Perkembanhan Makhluk Hidup)

Keterampilan Dasar Mengajar

 

Keterampilan dasar mengajar

Keterampilan dasar mengajar menjadi bagian dari kompetensi pedagogic sebagai salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru profesional.

Berikut merupakan keterampilan dasar mengajar yang harus dimiliki oleh seorang guru.

1.     Keterampilan membuka dan menutup pelajaran

membuka dan menutup pelajaran harus dilakukan secara sistematis supaya peserta didik bisa antusias sebelum pelajaran dimulai dan berkesan setelah pembelajaran usai keterampilan membuka pembelajaran ini adalah keterampilan yang dibutuhkan untuk mengkondisikan peserta didik agar mereka bisa fokus dengan materi yang akan dipelajari contohnya keterampilan membuka pembelajaran adalah dengan menghubungkan antara materi yang akan dipelajari dengan materi sebelumnya atau bisa juga dengan membuat apersepsi berkaitan dengan materi yang akan dipelajarinya Sedangkan untuk keterampilan menutup pembelajaran juga membutuhkan keterampilan loh penutupan pembelajaran tidak bisa dilakukan secara terburu-buru melainkan dikondisikan terlebih dahulu Misalnya saja didahului dengan merangkum dan dilanjutkan dengan berdoa

2.     keterampilan bertanya.

Bertanya merupakan kegiatan yang sangat penting karena pertanyaan yang tersusun dengan baik dan teknik pelontaran yang tepat akan memberikan dampak positif terhadap siswa yaitu sebagai berikut yang pertama dapat memberikan rasa ingin tahu berlebih peserta didik terhadap suatu materi yang ditanyakan kemudian dengan bertanya bisa melatih peserta untuk berani mengungkapkan pendapatnya sesuai pemahaman siswa tersebut Lalu dampak positif yang ketiga adalah dapat melatih peserta didik untuk fokus serta menciptakan komunikasi yang efektif antara guru dan juga peserta didik.

3.     Keterampilan memberikan penguatan

penguatan adalah keterampilan seorang guru dalam mempertahankan kemungkinan berulangnya suatu perilaku peserta didik artinya guru bisa membuat peserta didik konsisten dalam melakukan sesuatu. keterampilan penguatan ini bisa dilakukan secara verbal maupun nonverbal dimana penguatan verbal adalah penguatan yang dilakukan secara lisan sementara itu untuk penguatan nonverbal adalah penguatan yang dilakukan melalui gerakan tubuh mimik dan juga sebagainya

4.     keterampilan menjelaskan

keterampilan menjelaskan ini adalah keterampilan seorang guru untuk menyampaikan materi pada peserta didik. kegiatan menjelaskan dalam kegiatan pembelajaran ini bertujuan untuk membantu siswa memahami berbagai konsep hukum prosedur dan sebagainya secara objektif .Kemudian untuk membimbing siswa memahami pertanyaan meningkatkan keterlibatan siswa memberikan siswa kesempatan untuk menghayati proses penalaran serta memperoleh balikan tentang pemahaman siswa.

5.     mengadakan variasi

keterampilan mengadakan variasi ini tampilan guru dalam mengajar dengan berbagai variasi untuk menarik perhatian peserta didik variasi dalam proses pembelajaran meliputi tiga aspek yaitu variasi dalam gaya mengajar lalu variasi dalam menggunakan media dan bahan pengajar serta variasi dalam interaksi antara guru dengan siswa

6.     keterampilan mengajar kelompok kecil dan juga perorangan

bentuk pengajaran ini ialah berjumlah terbatas biasanya berkisar antara tiga sampai delapan orang untuk kelompok kecil dan seorang untuk perseorangan pengajaran kelompok kecil dan perseorangan memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap siswa serta terjadinya hubungan yang lebih akrab antara guru dan siswa dan siswa dengan siswa setiap guru dapat menciptakan format pengorganisasian siswa untuk kegiatan pembelajaran kelompok kecil dan perorangan sesuai dengan tujuan topik ataupun materi kemudian kebutuhan siswa serta waktu dan fasilitas yang tersedia.

7.     mengelola kelas

pengelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang sangat optimal dan mengembalikannya bila gangguan dalam proses belajar mengajar Misalnya saja saat siswa berbicara sendiri didalam kelas guru berusaha memfokuskan kembali perhatian siswa kepada guru nah mengelola kelas ini merupakan tugas wajib bagi seorang guru kondusif tidaknya proses pembelajaran ditentukan dengan Bagaimana cara guru mengelola kelas tersebut itulah mengapa untuk mengelola kelas dibutuhkan suatu keterampilan

8.     keterampilan membimbing kelompok kecil

membimbing diskusi kelompok kecil diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang digunakan pada proses pembelajaran yang dapat meningkatkan kreativitas berfikir anak contohnya Baiklah ibu akan membagi anak Ibu jadi beberapa kelompok ya setiap kelompok terdiri dari empat orang

Pendidikan Kewirausahaan

 

Pada era globalisasi dan digital ini persaingan semakin ketat dan penuh kompetisi solusinya adalah menjadi seorang wirausahawan.

Apa itu kewirausahaan?

Kewirausahanan berasal dari kata wira dan usaha.

·       Wira artinya pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani, dan berwatak agung.

·       Usaha berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu.

Menurut asal-usul kata (etimologi), wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu.



Sifat-sifat Seorang Wirausahawan!

1.     Percaya diri

Percaya diri merupakan paduan sikap dan keyakinan seseorang dalam menghadapi tugas atau pekerjaan yang bersifat internal, sangat relatif dan dinamis. Hal ini ditentukan oleh kemampuan untuk memulai, melaksanakan, dan menyelesaikan pekerjaan.

Percaya diri akan mempengaruhi gagasan, karsa inisiatif, kreativitas, keberanian, ketekunan, semangat kerja dam gairah berkarya.

Percaya diri memiliki nilai keyakinan, optimis, individualitas, tidak ketergantungan.

2.     Berorientasikan Tugas dan Hasil

Orang yang selalu mengutamakan nilai-nilai motif berprestasi, berorientasi pada laba/ keuntungan dan kerja keras.

Dalam kewirausahaan, peluang hanya diperoleh apabila ada inisiatif, biasanya melalui pengalaman dan pengembangannya diperoleh dengan cara disiplin diri, berfikir kritis, tanggap bergairah dan semangat berprestasi.

3.     Berani Mengambil Risiko

Berani mengambil resiko untuk melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Inovasi atau pembaharuan tidak akan muncul jika kita melakukan yang sudah dilakukan orang lain.

Wirausahawan haruslah orang yang lebih menyukai uasaha yang menantang untuk mencapai kesuksesan

4.     Kepemimpinan

Sikap yang dimiliki oleh pemimpin, diantaranya memiliki visi yang jelas, memiliki integritas dan kejujuran, mampu berkomunikasi dengan baik, menjadi teladan, rendah hati, mau mendengar, mampu memotivasi orang lain untuk melakukan tugasnya dan berlaku adil.

5.     Keorisinalitas/ Keaslian

Keaslian ide, gagasan pemikiran dan keputusan dapat diperoleh dengan keluasan wawasan dan kemampuan berfikir kreatif serta melihat peluang yang ada.

Orisinalitas muncul dari kemampuan untuk selalu menuangkan imajinasi dalam pekerjaannya. Memiliki sekap mental yang positif dan daya pikir kreatif.

6.     Berorientasi ke masa depan

Memiliki berbagai peluang jangka panjang. Melihat peluang dan tantangan tidak hanya musiman. Apakah produk atau usaha tersebut bisa terus berjalan.

Memiliki perspektif dan pandangan masa depan, sehingga mereka tidak cepat puas dengan keadaan dan terus mencari  sesuatu yang baru

 

Peranan dan Fungsi Kewirausahaan dalam Pembangunan

Ketidak seimbangan pencari kerja dengan lapangan pekerjaan di Indonesia menimbulkan pemikiran bagi pemerintah untuk mengatasinya. Sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan Kewirausahaan yang mengarahkan diri mencari kerja menjadi menciptakan lapangan pekerjaan.

Terdapat lima peranan dan fungsi kewirausahaan dalam pembangunan yaitu sebagai berikut:

1.     Inovator

2.     Perencanaan

3.     Pengambilan keputusan

4.     Penanggung risiko

5.     Penghubung

 

Sumber:     https://www.youtube.com/watch?v=T90XJBPDIpE

                   https://www.youtube.com/watch?v=vl26L4SWOyY

                   https://youtu.be/nX1sgKNa8eM


Saturday, January 1, 2022

Menemukan Informasi Tersurat dalam Teks Bacaan

 


Tujuan dalam membaca teks adalah menemukan atau mendapatkan sebuah informasi. Dalam teks terdapat dua jenis informasi, yaitu informasi tersurat dan informasi tersirat. Informasi tersurat adalah informasi yang dinyatakan/ atau disampaikan secara langsung di dalam teks bacaan. Informasi tersebut tertulis, eksplisit, dan tampak jelas dalam teks. Sedangkan informasi tersirat adalah informasi yang tersirat atau implisit, artinya informasi yang disampaikan sebenarnya ada dalam teks akan tetapi tidak dituliskan secara langsung di dalam teks.

Informasi tersurat dalam teks terdiri dari berbagai macam bentuk misalnya dalam teks biografi pembaca dapat menemukan informasi tersurat berupa keistimewaan tokoh, atau hal-hal yang bisa diteladani pada tokoh. Pada teks lain pembaca bisa menemukan informasi tersurat dengan menemukan unsur 5W + 1H yang juga merupakan informasi tersurat dalam teks bacaan.

Menentukan Makna Kata/ Istilah Kalimat pada Teks


Makna adalah arti atau maksud yang disampaikan penulis dalam sebuah teks. Makna dapat juga diartikan sebagai pengertian yang diberikan pada suatu bentuk kebahasaan. Yang dimaksud dengan bentuk kebahasaan adalah suatu bahasa (kata, frasa, klausa atau kalimat). Sedangkan istilah adalah kata tau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu. Kali ini kita akan membahas dua hal saja yaitu, makna kata dan makna kalimat.

Kata adalah suatu gramatikal terkecil yang mempunyai makna. Sedang kalimat adalah suatu bahasa yang minimal terdiri dari klausa. Tentu saja kalimat mempunyai makna yang lebih luas dan kompleks dari kata. Akan tetapi, kata maupun kalimat dua-duanya dapat ditentukan dengan cara memahami dua jenis makna dibawah ini.

1.    Makna Leksikal

Makna leksikal adalah makna sesuai dengan kamus atau berdasarkan kesepakatan pemakai bahasa itu sendiri. Contohnya kata melihat bermakna memerhatikan, menonton, menengok, menjenguk, mengetahui, dan menilik.

2.    Makna Gramatikal

Makna gramatikal adalah makna yang diperoleh dari peristiwa tata bahasa. Contohnya kata melihat yang digunakan dalam kalimat Raka melihat temannya di rumah sakit. Kata melihat dalam kalimat tersebut tentu maknanya dapat menjadi lebih spesifik. Makana melihat dalam kalimat tersebut tidak lagi memperhatikan, menonton, menengok, menjenguk, mengetahui dan menilik, tetapi hanya menjadi sebatas menjenguk saja.

Untuk mencari makna kata dan makna kalimat pada dasarnya sama. Langkah yang pertama harus dilakukan adalah dengan membaca teks atau kalimat tersebut. Selanjutnya adalah menentukan apakah dalam teks tersebut kata atau kalimat yang dimaksud menggunakan makna leksikal atau gramatikal. Terakhir adalah menentukan makna kata atau kalimat yang paling sesuai dengan unsur yang ada dalam paragraf tersebut.

Contoh:

Bacalah kalimat berikut!

Korban tanah longsor dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Makna kata dievakuasi pada kalimat tersebut adalah….

A.      dibawa ke daerah yang jauh

B.      diberi bantuan agar betah

C.      dipaksa pergi dari tempat berbahaya

E.      dipindahkan ke tempat yang lebih aman

Pembahasan:
makna kata pada kalimat tersebut dapat ditentukan secara gramatikal. Artinya harus melihat kalimatnya terlebih dahulu sebelum menentukan makna kata. Dievakuasi pada kalimat sama artinya dengan kata diungsikan. Yang artinya dipindahkan ke tempat yang lebih aman.

Jawaban: C

Jenis-Jenis Teks Non-Sastra



Teks non-sastra adalah karangan ilmiah dan bertujuan menambah wawasan dan pengetahuan pembaca. Berbeda dengan teks sastra yang bertujuan memberikan hiburan atau sekadar kepuasan batin. Teks non-sastra mengutamakan kelogisan dalam pengungkapan teksnya.

Secara umum, jenis teks dibagi dalam lima jenis, yaitu narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi. Teks-teks tersebut kemudian dibagi lagi menjadi jenis yang lebih kompleks.

1.    Teks Laporan

Teks laporan adalah hasil dari pengamatan pada suatu objek atau fenomena tertentu. Tujuan dari teks laporan adalah menginformasikan hasil pengamatan tersebut kepada pembaca. Informasi yang diberikan bersifat nyata (faktual). Karena berdasarkan pengamatan, biasanya teks laporan disebut juga dengan teks hasil observasi.

Teks hasil observasi berfungsi menjelaskan suatu objek atau fenomena yang disadari oleh hasil pengamatan. Teks laporan memiliki ciri-ciri antara lain pengulangan (repetisi), kata ganti (pronomina), dan kata hubung transisi (oleh karena itu, dengan demikian, di samping itu).

2.    Teks Eksposisi

Teks eksposisi adalah uraian (paparan) yang bertujuan menjelaskan maksud dan tujuan dalam suatu keterangan. Berdasarkan pengertian tersebut, teks eksposisi adalah teks yang memaparkan sejumlah pengetahuan atau informasi. Untuk memperkuat informasi yang diberikan, teks eksposisi memuat pendapat dan argumentasi.

Tujuan teks eksposisi adalah memberitahukan kepada pembaca tentang suatu informasi dengan sejelas-jelasnya. Biasanya teks eksposisi dilengkapi dengan sejelas-jelasnya, juga dilengkapi dengan pendapat ahli dan data-data faktual seperti grafik, tabel atau gambar.

3.    Teks Biografi

Teks biografi adalah teks yang berisi riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain. Dalam teks ini tidak hanya sekadar menceritakan riwayat hidup seseorang secara singkat, tetapi secara mendetail. Maksudnya adalah menceritakan kehidupan tokoh dari kecil hingga tua bahkan hingga wafatnya. Termasuk juga dengan karya-karya maupun prestasi yang pernah diraih tokoh.

 Biasanya, biografi tokoh yang ditulis adalah tokoh yang memiliki berbagai peristiwa yang penting dan berpengaruh terhadap kehidupan. Tujuan teks biografi adalah agar pembaca bisa mencontoh atau meneladani sifat-sifat repuji dan mengilhami riwayat hidup tokoh tersebut.

Teks biografi ditulis dengan urutan kronologis atau urutan waktu. Teks biografi juga menggunakan kata rujukan (ia, dia, beliau).

4.    Teks Ulasan

Teks ulasan adalah teks yang berisi hasil analisis atau penilaian terhadap suatu karya. Karya yang diulas dalam teks ulasan bukan hanya karya sastra (puisi, prosa, drama), melainkan karya-karya yang lain seperti buku, film, dan lagu.

Teks ulasan berisi tinjauan yang bertujuan untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan yang dimiliki oleh karya tersebut. Teks ulasan biasanya mengandung banyak kata sifat yang bersifat subjektif (baik, buruk), kata rujukan (ini, itu, tersebut), dan menggunakan kalimat majemuk atau kompleks.

5.    Teks Prosedur

Teks prosedur adalah tahapan kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas. Teks prosedur juga diartikan sebagai teks yang berisi cara melakukan atau membuat sesuatu atau berisi langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Teks prosedur memberitahukan kepada kita bagaimana sesuatu dikerjakan melalui serangkaian langkah dan tindakan. Langkah-langkah teks prosedur harus runtun tidak boleh terbalik. Ciri utama dari teks prosedur adalah menggunakan kata bilangan yang menunjukkan urutan (pertama, kedua, ketiga; 1, 2, 3 dan seterusnya). Teks prosedur juga memiliki ciri menggunakan kalimat imperatif (kalimat perintah) dan menggunakan konjungsi temporal atau waktu (setelah itu, kemudian dan selanjutnya).

6.    Teks Deskripsi

Teks deskripsi adalah teks yang berisi tantang gambaran suatu objek, tempat, maupun suasana. Gambaran yang terdapat di dalam sebuah teks dapat membuat pembaca seakan-akan berada di dalam situasi maupun suasana yang digambarkan.

Teks deskripsi terdiri dari tiga bagian yaitu identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi bagian.

7.    Teks Tanggapan Kritis

Teks tanggapan kritis merupakan karangan yang berisi tanggapan berdasarkan analisis keilmuan terhadap suatu permasalahan. Teks tanggapan kritis biasanya menganalisis dua pendapat yang kemudian disimpulkan pada akhir karangan. Dua pendapat tersebut muncul di masyarakat dalam menggapi suatu permasalahan tertentu. Pendapat dapat berupa pro dan kontra. Pendapat pro adalah pendapat yang mendukung sedangkan pendapat kontra adalah pendapat yang menolak ataupun tidak menyetujui.

8.    Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi adalah teks yang berisi mengenai pemaparan atau penjelasan mengenai suatu fenomena atau kejadian yang terjadi di sekitar. Teks eksplanasi banyak menggunakan kata hubung yang menunjukkan tahapan dan juga sebab akibat.

Teks eksplanasi mempunyai tiga bagian, yaitu pernyataan umum yang berisi penjelasan umum mengenai fenomena yang terjadi, eksplanasi yang berisi pemaparan lebih lanjut dari fenomena, dan interpretasi atau kesimpulan yang berisi kesimpulan dari fenomena yang terjadi.

9.    Teks Tantangan

Teks tantangan merupakan teks yang berisi mengenai tentang informasi bantahan terhadap hal yang sedang menjadi perdebatan di masyarakat. Teka tantangan juga dilengkapi dengan data-data serta argumen para ahli yang dapat memperkuat bantahan.

Tek tantangan terdiri dari 3 bagian, yaitu isu, argumen dan kesimpulan.

10.  Teks Diskusi

Diskusi adalah kegiatan interaksi antara dua orang atau lebih yang membahas suatu pengetahuan yang akhirnya menghasilkan suatu pemahaman yang baik dan benar. Teks diskusi adalah teks yang berisi mengenai catatan penting atau point suatu bahasan yang memuat berapa pendapat yang berbeda.

Teks diskusi terdiri dari 3 bagian, yaitu pengantar atau isu, argumen dan kesimpulan.

11.  Surat Pribadi dan Surat Dinas

Surat pribadi adalah surat yang digunakan untuk berkomunikasi secara pribadi. Surat pribadi tulis oleh seseorang dan ditujukan kepada orang lain. Bahasa yang digunakan dalam surat pribadi adalah bahasa yang santai dan tidak resmi.

Surat dinas adalah surat resmi. Surat dinas dikirim oleh suatu lembaga dan ditujukan kepada lembaga lain yang berkaitan dengan hal resmi. Bahasa yang digunakan dalam surat dinas adalah bahasa yang baku, singkat dan jelas.

 12. Teks Berita

Teks Berita adalah jenis teks narasi yang melaporkan suatu kejadian atau peristiwa yang telah ataupun sedang terjadi. Teks berita menggunakan bahasa baku, informasi aktual dan bersifat umum, menggunakan kalimat langsung dan tidak langsung, dan bersifat objektif.

Teks berita terdiri dari tiga bagian yaitu orientasi, tubuh berita, dan sumber.

13.  Teks Iklan

Teks iklan mengandung pesan, dorongan, atau bujukan terhadap khalayak agar tertarik dengan barang atau jasa yang ditawarkan. Oleh sebab itu, kata atau kalimat dalam iklan selalu bersifat persuasif, artinya membujuk secara halus.

14.  Poster

Poster adalah plakat (kata-kata dan gambar) yang dipasang di tempat umum. Poster dapat berupa iklan maupun pengumuman. Poster menggunakan kata-kata yang singkat, jelas menarik dan lengkap.

15.  Slogan

Slogan merupakan perkataan atau kalimat pendek yang menarik, mencolok, dan mudah diingat. Slogan digunakan ketika mengiklankan sesuatu atau menjelaskan tujuan dan ideologi suatu organisasi, golongan, dan lain sebagainya.

16.  Teks Persuasif

Teks persuasif adalah teks yang berisi bujukan, imbauan, atau ajakan kepada khalayak untuk berbuat sesuatu. Karena bertujuan untuk membujuk (mengajak). Teks persuasif pasti menggunakan bahasa yang mengajak sehingga dapat memengaruhi seseorang.

17.  Teks Eksemplum

Teks Eksemplum adalah teks yang menceritakan perilaku tokoh dalam suatu cerita. Teks eksemplum biasanya menceritakan mengenai kejadian yang tidak diinginkan. Pada umumnya, teks eksemplum terbagi menjadi tiga bagian, yaitu orientasi, yang berisi pengenalan tokoh, insiden yang berisi mengenai kejadian yang terjadi, dan interpretasi, yang berisi mengenai pesan moral yang ada di dalam teks.

18.  Teks Inspiratif

Inspiratif adalah suatu hal yang bersifat menginspirasi. Jadi, teks inspiratif adalah teks yang berisi mengenai cerita yang dapat menginspirasi pembaca. Teks inspirasi dapat digunakan oleh pembaca sebagai media untuk mencari ilham, ide, atau gagasan. Teks inspiratif pada umumnya merupakan kisah nyata.

Teks inspiratif terdiri dari 3 bagian yaitu abstrak yang bersifat opsional (boleh ditulis, boleh tidak), orientasi dan koda.

Wednesday, September 1, 2021

RPP kelas 2 Tema 1 Subtema 3 Pembelajaran 1

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah                         : SD Muhammadiyah 2 Pontianak

Kelas/ Semester            : II (Dua)/ 1

Tema                             : 1 (Hidup Rukun)

Subtema                        : 3 (Hidup Rukun di Sekolah)

Pembelajaran ke-          : 1

Alokasi Waktu              :  1× Pertemuan (1 x 30 Menit)

A.      Kompetensi Inti

KI 1: Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.

KI 2: Menunjukan perilaku jujur, disiplin, tangung jawab, santun, peduli, percaya diri, dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga, serta cinta tanah air.

KI 3: Memahami pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat dasar dengan cara mengamati, menanya, dan mencoba, berdasrkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, serta benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah, dan tempat bermain.

KI 4: Menunjukan keterampilan berpikir dan bertindak kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikasif. Dalam bahasa yang jelals, sistematis, logis dan kritis dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan tindakan yang mencerminkan perilaku anak sesuai dengan tahap pengembangannya.

B.      Kompetensi Dasar dan  Indikator Pencapaian Kompetensi

Bahasa Indonesi

Kompetensi Dasar

Indikator Pencapaian Kompetensi

3.1       Merinci ungkapan, ajakan, perintah, penolakan yang terdapat dalam teks cerita atau lagu yang menggambarkan sikap hidup rukun

3.1.1      Menjelaskan isi teks yang berisi perintah yang berkaitan dengan sikap hidup rukun

4.1           Menirukan ungkapan, ajakan, perintah, penolakan dalam cerita atau lagu anak-anak dengan bahasa yang santun

4.1.1      Melengkapi kalimat perintah dengan bahasa yang santun

 

SBDP

Kompetensi Dasar

Indikator Pencapaian Kompetensi

3.1       Mengenal karya imajinatif dua dan tiga dimensi

3.1.1      Menjelaskan ciri-ciri karya gambar imajinatif dua dan tiga dimensi.

3.1.2      Mengategorikan alat dan bahan menggambar imajinatif dua dan tiga dimensi

4.1       Membuat karya imajinatif dua dan tiga dimensi

4.1.1      Mengetahui cara menggunakan alat dan bahan menggambar imajinatif dua dan tiga dimensi.

4.1.2      Menggambar imajinatif dua dan tiga dimensi berdasarkan pengalaman

 

Matematika

Kompetensi

Indikator Pencapaian Kompetensi

3.3    Menjelaskan dan melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan yang melibatkan bilangan cacah sampai dengan 999 dalam kehidupan sehari-hari serta mengaitkan penjumlahan dan pengurangan  

3.3.1      Memahami kalimat matematika yang berkaitan dengan masalah tentang penjumlahan dengan benar

4.3    Menyelesaikan masalah penjumlahan dan pengurangan bilangan yang melibatkan bilangan 999 dalam kehidupan sehari-hari serta mengaitkan penjumlahan dan pengurangan

4.3.1  Melakukan penjumlahan dua bilangan dengan teknik menyimpan dengan cara panjang dan cara pendek dengan benar

 

C.      Tujuan

1.       Dengan diberikan teks percakapan tentang hidup rukun, siswa dapat menyebutkan isi teks yang berisi perintah yang berkaitan dengan sikap hidup rukun melalui kegiatan menyimak dengan benar.

2.       Dengan diberikan kalimat perintah yang rumpang, siswa dapat melengkapi kalimat perintah dengan kata yang tepat.

3.       Dengan diberikan contoh gambar imajinatif, siswa dapat mengidentifikasi ciri-ciri karya gambar imajinatif dengan tepat.

4.       Dengan diberikan contoh gambar imajinatif, siswa dapat mengidentifikasi alat dan bahan menggambar imajinatif dengan tepat.

5.       Dengan diberikan contoh gambar imajinatif, siswa dapat mengidentifikasi cara menggunakan alat dan bahan menggambar imajinatif dengan tepat.

6.       Dengan diberikan contoh gambar imajinatif, siswa dapat mengidentifikasi langkah-langkah menggambar imajinatif dengan tepat.

7.       Dengan diberikan contoh gambar imajinatif, siswa dapat menggambar imajinatif berdasarkan pengalaman atau benda yang di lihatnya.

8.       Dengan diberikan benda konkret, siswa dapat menyatakan kalimat matematika yang berkaitan dengan masalah tentang penjumlahan dengan benar.

9.       Dengan diberikan benda konkret, siswa dapat melakukan penjumlahan dua bilangan dengan teknik menyimpan dengan cara panjang dangan benar.

10.     Dengan diberikan benda konkret, siswa dapat melakukan penjumlahan dua bilangan dengan teknik menyimpan dengan cara pendek dengan tepat.

 

 

D.      Materi

1.       Teks percakapan tentang kerukunan hidup.

2.       Contoh-contoh kalimat rumpang.

3.       Teks bacaan yang di dalamnya terdapat kalimat perintah.

4.       Contoh0contoh kalimat imajinatif.

E.      Model, pendekatan, dan Model Pembelajaran

Model                              : Pembelajaran Kooperatif.

Pendekatan                      : Saintifik (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan).

Metode Pembelajaran     : Ceramah, tanya jawab, diskusi, dan penugasan.

F.      Kegiatan Pembelajaran

1.       Kegiatan Pendahuluan

2.       Kegiatan Inti

3.       Kegiatan Penutup

Kegiatan

Uraian Kegiatan

Jumlah Waktu

Pendahuluan

·       Mengucap salam

·       Membaca doa

·       Mengecek kehadiran peserta didik

·       Mengondisikan siswa untuk siap belajar

·       Menyampaikan tujuan pembelajaran

·       Memberikan apresiasi (menanyakan materi yang telah dipelajari sebelumnya)

·       Menyampaikan muatan pembelajaran/ cakupan materi

10 Menit

Inti

Ayo Mengamati

·       Siswa mengamati teks percakapan antara Udin dan ibunya yang terdapat di Buku Siswa. D dalam percakapan tersebut terdapat kalimat perintah.

·       Siswa menyebutkan kalimat perintah yang terdapat dalam percakapan tersebut, kemudian menuliskannya di empat yang tersedia.

·       Siswa membaca kalimat yang dituliskan secara bergiliran.

Ayo Berlatih

·       Siswa membuat kalimat perintah sesuai dengan percakapan.

·       Siswa melengkapi kalimat sehingga menjadi kalimat perintah.

Soal latihan pada halaman sesuai dengan KD 3.1 Bahasa Indonesia.

Contoh jawaban soal adalah sebagai berikut.

-       Masuklah ke kelas setelah bl berbunyi!

-       Jagalah kebersihan kelas!

-       Tutuplah pintu setelah masuk ke dalam ruangan!

-       Aturlah buku-buku di rak buku!

-       Buanglah sampa pada tempatnya!

Perlu diingatkan bahwa jawaban siswa berbeda-beda. Guru mengamati kemampuan siswa dalam melengkapi kalimat menjadi kalimat perintah. Kalimat perintah ditandai dengan kata di awal kalimat yang menggunakan “lah”, misalnya masuklah, tutuplah, dan bukalah. Tanda baca yang menandai kalimat perintah adalah tanda seru “!”.

·        Siswa membaca kalimat perintah yang sudah dibuatnya. (Rubrik penilaian 1, Bahas Indonesia KD 4.1)

Skor:

Ayo Mengamati

·       Siswa mengamati gambar peralatan yang digunakan untuk menggambar (membuat karya imajinatif).

·       Siswa memasangkan gambar karya imajinatif dengan alat mewarnai yang sesuai. Usahakan membawa alat mewarnai seperti yang dimaksud di Buku Siswa. Guru memperagakan cara mewarnai dengan alat gambar tersebut.

·       Siswa mencoba menggunakan berbagai alat mewarnai yan dibawanya.

Ayo Berkreasi

·       Siswa mengamati kegiatan yang dilakukan di sekolah, misalnya menulis, membaca, bermain di halaman sekolah da membersihkan kelas.

·       Siswa menggambar benda-benda atau makhluk hidup yang berhubungan dengan kegiatan di sekolah sesuai dengan pengalamannya. Misalnya, menggambar paku, meja, tas sekolah, tanaman di dalam pot, sapu, ember, pohon, hewan yang dilihatnya di sekolah.

·       Siswa mewarnai gambar yang sudah digambar dengan salah satu alat mewarnai. Guru mengamati kemampuan siswa berpedoman pada rubrik penilaian 2 (SBDP KD 3.1 dan KD 4.1).

Ayo Berlatih

·       Guru memberikan pengantar mengenai kegiatan sekolah yang dilakukan oleh para siswa. Guru mengemukakan banyaknya siswa yang terdapat di sekolah tersebut.

·       Siswa mengamati gambar kumpulan kubus yang menyatakan banyak siswa laki-laki dan banyak siswa perempuan.

·       Siswa menjumlahkan banyak siswa yang terdapat di sekolah.

·       Siswa mengamati cara menjumlah dengan cara pendek dan cara panjang.

·       Siswa diberikan kesempatan oleh guru untuk bertanya tentang menjumlah dengan cara panjang dan cara pendek. Guru membuat beberapa contoh agar siswa lebih memahami.

·       Siswa berlatih mengerjakan soal seperti yang ada di Buku Siswa. (Penilaian pengetahuan KD 3.1)

·       Siswa mengerjakan soal cerita dengan menggunakan penjumlahan cara panjang. (Rubrik penilaian 3, Matematika KD 4.1)

Skor:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

115 Menit

Penutup

·       Bersama-sama siswa membuat kesimpulan / rangkuman hasil belajar selama sehari

·       Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari (untuk mengetahui hasil ketercapaian materi)

·       Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapatnya tentang pembelajaran yang telah diikuti.

·       Melakukan penilaian hasil belajar

·       Mengajak semua siswa berdo’a (untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran)

15 Menit

F.     Penilaian, Pembelajaran Remedial, dan Pengayaan

1.       Teknik Penilaian

a.       Penilaian Sikap               : Observasi

b.       Penilaian Pengetahuan    : Tes Tertulis

c.       Penialain Keterampilan  : Penilaian Kinerja

2.       Instrumen Penilaian

a.       Penilaian Sikap

1)      Sikap Spiritual

No

Nama Siswa

Ketaatan beribadah

Perilaku besyukur

Kebiasaan berdoa

Toleransi

BS

PB

BS

PB

BS

PB

BS

PB

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BS: Baik Sekali

PB: Perlu Bimbingan

2)      Sikap Soaial

No

Nama Siswa

Jujur

Disiplin

Tanggung jawab

Santun

Peduli

Percaya diri

BS

PB

BS

PB

BS

PB

BS

PB

BS

PB

BS

PB

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BS: Baik Sekali

PB: Perlu Bimbingan

b.       Penilaian Pengetahuan dan Keterampilan

          Rubrik Penilaian

1)    Bahasa Indonesia

Rubrik Memperagakan Kalimat Perintah dengan Benar (KD 4.1)

Kriteria

Baik Sekali

4

Baik

3

Cukup

2

Perlu Bimbingan

1

Kalimat perintah diperagakan dengan memerhatikan lafal dan intonasi yang tepat

Semu kalimat perintah diperagakan dengan benar tanpa bantuan guru

Ada beberapa kalimat perintah yang diperagakan kurang benar, tanpa bantuan guru.

Ada beberapa kalimat perintah yang diperagakan kurang benar, dengan bantuan guru.

Belum ada kalimat perintah yang diperagakan dengan benar, dengan bantuan guru

2)    SBDP

Rubrik penilaian Menggambar Imajinatif

Aspek/ Kriteria

Baik Sekali

4

Baik

3

Cukup

4

Perlu bimbingan

1

Pengetahuan:

Mengidentifikasi ciri-ciri gambar imajinatif, minimal 3 ciri-ciri (KD 4.1)

Menyebutkan 3 ciri-ciri atau lebih dengan benar.

Menyebutkan 2 ciri-ciri dengan benar

Menyebutkan 1 ciri-ciri dengan benar

Tidak dapat menyebutkan ciri-ciri dengan benar

Bahan yang digunakan (KD 4.1)

Semua bahan yang digunakan benar tanpa bantuan guru

Ada bahan yang digunakan belum benar tanpa bantuan guru

Ada bahan yang digunakan belum benar, dengan bantuan guru

Semu bahan yang digunakan belum benar, dengan bantuan guru

Alat yang digunakan (KD 4.1)

Semu alat yang digunakan benar tanpa bantuan guru

Ada alat yang digunakan belum benar, tanpa bantuan guru.

Ada alat yang digunakan belum benar dengan bantuan guru

Semu alat yang digunakan belum benar dengan bantuan guru

Komposisi bentuk gambar (KD 4.1)

Komposisi gambar sangat seimbang antara kiri dan kanan, atas dan bawah.

Komposisi gambar seimbang antara kiri dan kanan, atas dan bawah.

Komposisi gambar kurang seimbang

Komposisi gambar tidak seimbang

Warna gambar (KD 4.1)

Sangat variative dan sangat sesuai.

Variative dan sesuai

Kurang variative dan kurang sesuai.

Tidak variative dan tidak sesuai.

3)    Matematika

Melakukan Penjumlahan dengan Teknik pendek

Kriteria

Skor

Semua masalah penjumlahan diselesaikan dengan benar.

4

Setengah atau lebih masalah penjumlahan diselesaikan dengan benar.

3

Kurang dari setengah masalah penjumlahan diselesaikan dengan benar.

2

Belum ada masalah penjumlahan yang diselesaikan dengan benar.

1

3)                         Pedoman Penskoran

Nilai Akhir  × 100

Panduan Konversi Nilai

Konversi Nilai

(Skala 0-100)

Predikat

Klasifikasi

81-100

A

SB (Sangat Baik)

66-80

B

B (Baik)

51-65

C

C (Cukup)

0-50

D

K (Kurang)

 

G.      Media, Bahan, dan Sumber Belajar

1.  Media

• Gambar Kumpulan kubus atau benda lain

                   • Teks tentang hidup rukun

  • Lingkungan sekitar

  • Contoh gambar imajinatif

2.  Bahan             : -

3   Sumber Belajar

Hendrifiana Yusfina, Ariguntar Panca dan Assagaf Lubna. 2017. Tema I Hidup Rukun: Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Buku Siawa SD/MI Kelas II. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Halaman 98-105.

Hendrifiana Yusfina, Ariguntar Panca dan Assagaf Lubna. 2017. Tema 1 Hidup Rukun: Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Buku Guru SD/MI Kelas II. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Halaman 88-94.

 

         

 

 

 

Text Box: 	,	
Guru Mata Pelajaran



…………………………….
NIP.
Text Box: Mengetahui, 
Kepala Sekolah 
SD Muhammadiyah 2 pontianak



Ariansyah, S. Pd. I
NIP.
 

Walpaper cantik Untuk android, iphon, dan pc

 Tampilan atau wallpaper telepon maupun laptop memang sering kita lihat setiap hari. Beberapa orang sengaja mempercantik atau membuat tampil...